Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

Text Widget

Recent Post

Pages

link

More on this category »
Home » » Lucunya Mudik Mahasiswa Subi

Lucunya Mudik Mahasiswa Subi

Written By IPMASI Kite on Kamis, 09 Juli 2015 | 09.23

Bagi Mahasiswa Subi, mudik merupakan suatu kesempatan untuk bersilahturami, sungkem, mohon ampun kepada orang tua. Kekuatan maaf itu dapat memepererat tali kasih sayang dan romantisme dalam keluarga. Melalui mudik, mahasiswa mendapat kepuasan jiwa dan raga karena telah berhasil mengalahkan puasa, dan rasa lelah di perjalanan. Ini merupakan momen yang tepat agar mahasiswa dapat melakukan introspeksi diri, mawas diri, dan bertanya kepada diri kita sendiri apakah sebagai kita sudah membahagiakan orang tua? atau hanya membuat orang tua kecewa dengan perkuliahan kita? Bahkan dengan mudik mahasiswa serasa mendapatkan semangat baru untuk menjalani aktivitas kuliah di masa-masa yang akan datang.

Aktivitas rutin ini tidak hanya dilakukan oleh para pekerja yang merantau. Mahasiswa Mahasiswa Subi juga tentunya akan mengalami hal yang sama. Fakta menarik bahwa sebuah kampus yang terkenal biasanya didatangi mahasiswa dari seluruh penjuru yang dampaknya adalah mahasiswa sangat beragam dan bervariasi dari seluruh kota di Indonesia.

Bagi mahasiswa Subi, aktivitas mudik sudah menjadi aktivitas rutin setiap menjelang Lebaran. Hal ini juga didukung dengan kebijakan kampus yang rata-rata telah meliburkan beberapa hari sebelum Lebaran. Berbeda dengan perusahaan yang baru memberikan liburan pada hari ke 3, biasanya kampus sudah memberi libur jauh sebelum harinya. 
Beberapa aktivitas mudik tahun ini yang menarik untuk dicermati antara lain adalah salah satu mahasiwa sebut saja namanya Si-Senduk, kuliah di Pontianak Kalimantan Barat nekad mudik menggunakan pompong laut mengarungi gelombang yang lumayan  besar untuk sampai di kampung halamannya di Kecamatan Subi yang menempuh perjalanan selama  belasan jam.

Menjelang libur panjang, Si-Senduk disibukkan dengan persiapannya untuk pulang kampung, mulai dari belanja perlengkapan dan peralatan untuk lebaran seperti kue, baju, alat-alat elekronikpun ia beli, entah keperluanya untuk apa kita kurang tau, nggak mungkin rasanya lebaran make alat elekrtonik seperti printer, alat untuk pembungkus makanan kecil, tapi bisa jadi aja sih,,,. Mungkin Si-Senduk mau buka jasa print-out kali, weka,weka,weka.

Menjelang PULKAM banyak sekali barang-barang yang ia beli, bayangkan saja selama 4 hari ia bolak-balik ke pasar “nyawe puase pulakan”  “kayak Sertika ya?..” katanya sih barang titipan orang… baik krabat dekat maupun krabat jauh, setelah 4 hari ia habiskan waktunya untuk bolak-balik ke pasar kemudian satu hari ia gunakan untuk packing barang yang ia belanjakan, setelah packing. Bayangkan saja belanja 4 hari kepasar brapa banyak tuh kira-kira kotak yang harus ia packing??? Setelah saya hitung ada 10 kotak barang yg mau ia bawa pulang ke Subi. “saya tercengang” membayangkan omelan si supir bis ketika melihat barang bawaannya itu.

Sambil menngu bis Si-Senduk telfonan dengan si pacarnya biasala refresh… kecapean abis packing barang..,

Jam sudah menunjukkan pukul 01.30 wib Si-Senduk pun bersiap-siap, biar lebih awal…, kan barangnya banyak.., mending kalo si supir bis mau jemput depan gang kontraan, lah taunya si supir bis telfon suruh tunggu di depan SPBU berjarak kurang lebih ½ kilo dari kontraan. Weh… dengar si-supir bis bilang gitu sayapun “neguk aek lior” membayangkan mengangkut barang begitu banyak. Tapi nggak jadi masalah kitapun beranjak sedikit demi sedikit mengangkut barang-barang itu. Setelah kurang lebih 30 menit kitapun selesai mengangkut barang-barang Si-Senduk.

Sambil menunggu jemputan Si-Sendukpun beristirahat sejenak, kurang lebih 1 jam menunggu si supirpun nelfon Si-Senduk “tunggu sebentar ya” kata si supir, Si-Sendukpun menjawab “iya bang”. Weh.., dengar si supir bilang gitu kirain 1 menit lagi, taunya 30 menit setelah nelfon baru datang, leherpun serasa mau “terkelik” tengok kanan kiri menuggu si supir bis, ngobrolpun sudah nggak ada bahan yang mau di obrol lagi . Di kejauan tampak lampu-lampu, seperti lampu kapal sabuk gitulah, Si-Sendukpun bersiap-siap karna tidak salah lagi itu past bis yang di tunggu-tunggu dsri tadi.

Terlihat dekat ternyata benar, saking laju bisnya malah kelewatan, minta di undur si supir nggak mau, “ngeri lihat kotak yang begitu banyak” hehee
Terpaksa kita angkut lagi tu barang-barang, sambil mengankat barang ke atas bis, terdengar seperti si supir “nyunyok-nyunyok”, saya sih senyum aja.. wkwkw. Tapi itu hal yang biasa buat Mahasiswa Subi yang libur menjelang lebaran. Jarum Jam sudah menunjukkan pukul 03:15 wib Si-Sendukpun naik kedalam Bis, si supirpun melanjutkan perjalanan menuju Kota Pemangkat.

Setiba di Pemangkat nanti Si-Senduk menggunakan pompong laut berangkat dari  Pemangkat ke Kecamatan subi. Belum ada kabar apakah Si-Senduk sudah sampai di Subi atau belum, kalo sudah sampai salam aja ya buat keluarga dan teman-teman di Subi ya Senduk…,

Bagi mahasiswa atau siswa yang sedang mudik, selamat jalan dan hati-hati di jalan. Semoga sampai di tujuan dengan selamat dan bisa berlebaran di kampung halaman.

Persahabatan tak harus rusak karena hutang
Bila tak lupa untuk mengembalikan
Persahabatan kita semoga semakin matang
ketika lebaran kita saling memaafkan

Selamat Idul Fitri 2015.

Share this article :
Comments
0 Comments

0 komentar:

Cari Blog Ini

 
Support : ADMIN | IPMASI | KETUA IPMASI
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2015. IPMASI - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by RAHMAT ILLAHI