Ramadhan
telah datang Syaâ’ban dan Rajab telah berlalu. Dua bulan tersebut
telah Allah siapkan untuk kita sebagai ajang latihan menyambut
bulan’ihad’ sesungguhnya, yaitu Ramadhan yang diberkahi. Maka
sepatutnya lah kita sebagai umat Islam menyambutnya gegap gempita.
Selayak menerima kedatangan tamu agung luar biasa. Jikalau pejabat saja
datang ke suatu tempat dipersiapkan dengan seksama dan sebagus
mungkin, maka seharusnya dalam menyambut Ramadhan harus lebih dari itu.
Karena ia lebih agung dari pejabat mana pun, Betapa agungnya bulan
tersebut, bulan Ramadhan.
Renungan Kebersamaan
Ramadhan sebenarnya merupakan refleksi kebersamaan umat akibat perbedaan kepentingan, yakni kembali ke jalur rohani. Ramadhan menjadi daya ikat berbagai kepentingan
untuk bersama dalam nuansa religius. Ego kemanusiaan jangan lagi
menghapus jalan rohani sebagai umat manusia yang selalu bersama dalam
mengembangkan diri. Puasa pada bulan Ramadhan merupakan refleksi
kebersamaan kita. Yang kaya dan berkecukupan akan merasakan laparnya
orang-orang miskin. Puasa tidak membeda-bedakan kelas sosial, jabatan,
dan kekayaan. Puasa akan melatih kita dari keserakahan duniawi.
"Mainstreaming" toleransi
Refleksi kebersamaan yang diajarkan dalam ibadah puasa Ramadhan menjadi peneguhan
bahwa Islam adalah agama yang moderat dan toleran sehingga. Al Quran
mengingatkan agar kita tidak melakukan tindakan kekerasan. "Andaikan
Allah tidak menolak (tindak kekerasan) antarsuatu kelompok manusia
dengan kelompok lain, niscaya gereja-gereja, sinagog (rumah ibadah umat
Yahudi), rumah ibadah apa pun (shalawat) dan masjid-masjid yang dalam
semua rumah ibadah di atas nama Allah banyak disebut, itu akan
dihancurkan" (Surat Al-Hajj/40). Inilah bukti moderasi dan toleransi
Islam dalam pergaulan antar agama.
Bulan
Ramadhan tidak saja membawa keberkahan bagi umat Islam, tetapi juga
menjadi bagian kebahagiaan tersendiri bagi umat lain. Karena di bulan
inilah seruan untuk menjalin silaturahim antar sesama umat manusia
digaungkan. Di bulan inilah kebaikan ditabur hingga pelosok negeri. Di
bulan inilah kebersamaan antar umat manusia digemakan. Maka tidak salah
jika bulan Ramadhan tidak saja dijadikan bulan kegembiraan bagi umat
Islam, tetapi menjadi bulan kedamaian bagi umat lain. Maka bersama lah
kita menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan kebersamaan antar umat
manusia. Dengan menebarkan kedamaian, silaturahim, kebajikan dan
solidaritas terhadap sesama.
Dengan menyadari betapa agungnya bulan Ramadhan, maka kami selaku pengurus Ikatan Pelajar Dan Mahasiswa Subi (IPMASI), menyerukan:
Ramadhan
adalah bulan yang bertabur kebaikan. Maka kami menyerukan kepada
seluruh Ikatan Pelajar Dan Mahasiswa Subi (IPMASI) untuk menebar kebaikan
dengan cara saling berbicara baik (qoulun ma’rufun), selalu mengajak kepada kebaikan (ta’muruna bil ma’ruf), dan saling berhubungan yang baik (mua’syarah bil ma’ruf).
Seruan ini bertujuan untuk terus menjaga silaturahim antar Mahasiswa Subi. Tidakkah kita berbahagia ketika kehidupan di kampus ini
harmonis. Antar sesama kita, birokrat, dosen, karyawan, mahasiswa,
pedagang kantin. Semua saling menyapa dengan
kasih sayang. Mahasiswa tidak kesulitan kuliah karena bayaran. Dosen dan
karyawan tidak kesulitan mencari nafkah karena gaji. Tidak ada yang
saling mengambil keuntungan. Tidak ada yang saling mengumpat. Tidak ada
yang saling ini dan itu. Betapa indah kampung ini jika yang diserukan
adalah kebaikan. Ayo, mari bersama-sama kita serukan kebaikan (ma’ruf).
Kami
menyerukan kepada mereka yang tidak menjalani ibadah puasa, baik
karena alasan syar’i (sakit, wanita datang bulan, uzur, atau bekerja
keras, dll), untuk menghormati mereka yang
sedang menjalankan ibadah puasa dengan tidak makan dan minum atau
merokok di tempat umum selama ibadah puasa berlangsung. Seruan ini
untuk menjaga keharmonisan dan kebahagiaan di bulan yang mulia ini.
Mohon dimaklumi.
Bulan
Ramadhan kali ini sungguh sangat spesial bagi seluruh calon Mahasiswa Subi.
Karena di bulan ini datang semangat dan jiwa-jiwa baru yang akan
menghiasi kampus dengan berjuta prestasi. Mereka ibarat benih yang
baru saja ditanam, siap untuk disirami dengan air didikan dan dipupuki
dengan pengetahuan. Oleh karena itu, kami menyerukan kepada para kakadan abang-abang dari adik-adik kita untuk memberikan
teladan yang baik bagi calon mahasiswa baru. Ramadhan merupakan momen yang
sungguh sangat pas bagi kita menunjukkan jati diri yang sebenarnya.
Mereka membutuhkan contoh yang baik untuk diikuti. Maka tanggung jawab
kita untuk menuntunnya.
Bulan
Ramadhan merupakan bulannya taubat dan istighfar. Perbanyaklah
mengingat Allah agar semakin tentram hati-hati kita. Bulan inilah bagi
diri-diri yang dhoif (lemah) meminta ampunan dan memperbaiki
akhlak. Sungguh banyak kisah di bulan ini yang menjadi titik balik bagi
mereka yang merasakan kenikmatan mendekat kepada Rabb Sang Pencipta. Yang memiliki Asmaul Husna (nama-nama Allah) dan Arasy
(singgasana) yang Agung. Oleh karena itu, kami menyerukan kepada
segenap rekan-rekan mahasiswa/i untuk
sama-sama kita memperbaiki akhlak. Membenahi cara berpakaian kita
menjadi lebih sopan dan beradab. Hindari pakaian yang mengumbar aurat.
Terlebih bagi kaum Hawa (wanita). Allah telah menganugerahkan keindahan
kepada kalian. Maka sempurnakan keindahan tersebut dengan akhlak yang
indah pula. Rasulullah berkata, itulah perhiasan dunia.
Umat
Islam merupakan umat yang satu. Di mana pun ia berada, di timur, di
barat, di utara maupun di selatan semuanya satu tubuh. Tidak ada yang
dapat memisahkannya. Karena Islam tidak mengenal tapal batas negara,
nasionalisme sempit atau kesuku-sukuan (chauvinisme). Ramadhan
merupakan bulan pemersatu. Oleh karena itu, kami menyerukan kepada
segenap umat Islam di Kecamatan subi dan dimana pun
berada untuk merapatkan barisan, dan tetap mendukung perjuangan umat
yang masih mengalami penindasan di mana pun mereka berada. Semoga Allah
mengabulkannya, Amin.
Tentu
kita tidak lupa, bahwa segala nikmat yang diberikan kepada kita ada
hak-hak orang lain yang harus kita tunaikan. Maka sungguh Ramadhan
merupakan momen yang luar biasa untuk menunjukkan rasa kepedulian kita
terhadap sesama. Maka kami menyerukan agar selama Ramadhan ini, hiasi
hari-hari kita dengan saling berbagi. Keberkahan Ramadhan bukan untuk
umat Islam saja, tetapi bagi segenap manusia di bumi ini.
Demikian butir-butir SERUAN RAMADHAN 1434 H ini
kami serukan. Dengan segenap harapan agar dapat menambah kekhusyukan
dalam menjalankan ibadah Ramadhan 1434 H. Kita sama-sama menginginkan
agar Ramadhan ini berkesan dan membawa
dampak positif bagi perubahan diri, bangsa dan negara. Semoga Allah memberkahi dan meridhoi usaha-usaha kita.
Amin.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


